Selasa, 26 Mei 2015

[046] Al Ahqaaf Ayat 008

««•»»
Surah Al Ahqaaf 8

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ إِنِ افْتَرَيْتُهُ فَلَا تَمْلِكُونَ لِي مِنَ اللَّهِ شَيْئًا هُوَ أَعْلَمُ بِمَا تُفِيضُونَ فِيهِ كَفَى بِهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
««•»»
am yaquuluuna iftaraahu qul ini iftaraytuhu falaa tamlikuuna lii mina allaahi syay-an huwa a'lamu bimaa tufiidhuuna fiihi kafaa bihi syahiidan baynii wabaynakum wahuwa alghafuuru alrrahiimu
««•»»
Bahkan mereka mengatakan: "Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (Al Qur'an)". Katakanlah: "Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tiada mempunyai kuasa sedikitpun mempertahankan aku dari (azab) Allah itu. Dia lebih mengetahui apa-apa yang kamu percakapkan tentang Al Qur'an itu. Cukuplah Dia menjadi saksi antaraku dan antaramu dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
««•»»
Do they say, ‘He has fabricated it?’ Say, ‘Should I have fabricated it, you would not avail me anything against Allah. He best knows what you gossip concerning it. He suffices as a witness between me and you, and He is the All-forgiving, the All-merciful.’
««•»»

Di samping menuduh Muhammad saw sebagai tukang sihir, orang orang musyrik itu juga menuduh beliau sebagai orang yang suka mengada adakan dan mengatakan yang bukan-bukan tentang Allah. Karena itu, Allah SWT. memerintahkan kepada Muhammad saw untuk membantah tuduhan itu dengan mengatakan, "Seandainya aku berdusta dengan mengada-ada atau mengatakan yang bukan-bukan tentang Allah, seperti mengatakan, "Aku adalah seorang Rasul Allah yang diutus-Nya kepadamu untuk menyampaikan agama Nya" padahal sebenarnya aku bukanlah seorang Rasul, tentulah Allah SWT. menimpakan azab yang sangat berat kepadaku dan tidak seorang pun di muka bumi ml yang sanggup menghindarkan daku dari azab itu. Mungkinkah aku mengada-adakan sesuatu dan mengatakan yang bukan-bukan tentang Allah dan Alquran dan menjadikan diriku sebagai sasaran azab Allah, padahal tidak seorangpun yang dapat menolongku dari padanya?"

Ayat ini sama artinya dengan firman Allah SWT.:
وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ (44) لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ (45) ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ (46) فَمَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ
Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami. Niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dan kamu yang dapat menghalangi (Kami) dari pemotongan urat nadi itu.
(QS. Al Haqqah [69]:44-47)

Dalam akhir ayat ini Rasulullah saw. menegaskan kepada orang-orang musyrik bahwa Allah Maha Mengetahui segala tindakan, semua perkataan dan celaan mereka terhadap Alquran, misalnya mengatakan sihir, syair, suatu kebohongan dan sebagainya; karena itu Dia akan memberi pembalasan yang setimpal. Allah SWT. cukup sebagai saksi tentang kebenaranku menyampaikan agama-Nya kepada kamu sekalian dan Allah SWT. menjadi saksi pula tentang keingkaran serta sikap kamu yang menolak kebenaran.

Selanjutnya Allah SWT. memerintahkan agar Muhammad mengatakan kepada orang-orang musyrik itu demikian, "Walaupun demikian sikapmu terhadap Allah hai orang-orang musyrik, demikian pula sikapmu terhadap Rasul-Nya, terhadap Alquran yang disampaikan kepadamu. namun pintu tobat terbuka bagimu dan Allah akan menerima tobatmu asal kamu benar-benar bertobat kepada-Nya dengan berjanji tidak akan durhaka lagi dan tidak akan melakukan perbuatan-perbuatan dosa yang lain karena Dia Maha Pengampun lagi tetap memberi rahmat kepada orang-orang yang bertobat dan kembali kepada-Nya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Bahkan) lafal Am di sini mempunyai makna sama dengan lafal Bal dan Hamzah yang menunjukkan makna ingkar (mereka mengatakan, "Dia telah mengada-adakannya") maksudnya, Alquran itu. (Katakanlah, "Jika aku mengada-adakannya) umpamanya (maka kalian tiada mempunyai kuasa mempertahankan aku dari Allah) dari azab-Nya (barang sedikit pun) artinya, kalian tidak akan mampu menolak azab-Nya daripada diriku, jika Dia mengazab aku (Dia lebih mengetahui apa-apa yang kalian percakapkan tentangnya) tentang Alquran itu. (Cukuplah Dia) Yang Maha Tinggi (menjadi saksi antaraku dan antara kalian dan Dialah Yang Maha Pengampun) kepada orang yang bertobat (lagi Maha Penyayang") kepada orang yang bertobat kepada-Nya; karena itu Dia tidak menyegerakan azab-Nya kepada mereka.
««•»»
Or (am has the significance of bal, ‘nay, but …’ and the [rhetorical interrogative] hamza of denial) do they say, ‘He has invented it?’, that is, the Qur’ān. Say: ‘If I have invented it, hypothetically [speaking], still you would have no power to avail me against God, that is to say, against His chastisement, in any way, in other words, you would not be able to ward it off from me if God chooses to chastise me. He knows best what you delve into [of gossip] concerning it, what you say about the Qur’ān. He, exalted be He, suffices as a witness between me and you. And He is the Forgiving, to the one who repents, the Merciful’, to him, and so He does not hasten to punish you.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of35
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=46&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#46:8

Jumat, 24 April 2015

[046] Al Ahqaaf Ayat 007

««•»»
Surah Al Ahqaaf 7

وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ
««•»»
wa-idzaa tutlaa 'alayhim aayaatunaa bayyinaatin qaala alladziina kafaruu lilhaqqi lammaa jaa-ahum haadzaa sihrun mubiinun
««•»»
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang menjelaskan, berkatalah orang-orang yang mengingkari kebenaran ketika kebenaran itu datang kepada mereka: "Ini adalah sihir yang nyata".
««•»»
When Our manifest signs are recited to them, the faithless say of the truth when it comes to them: ‘This is plain magic.’
««•»»

Ayat ini menerangkan sikap orang-orang musyrik ketika Rasulullah saw. membacakan ayat-ayat Alquran kepada mereka. Mereka mengatakan, "Ayat ayat Alquran itu adalah sihir yang dibacakan oleh Muhammad sebagai tukang sihir". Tukang sihir memang biasa mengada-adakan kebohongan dan menyihir orang lain untuk mencapai maksudnya. Dalam ayat yang lain diterangkan tuduhan orang-orang musyrik terhadap Alquran bahwa Alquran itu adalah mimpi yang kalut yang diada-adakan dan Muhammad adalah seorang penyair.

Allah SWT. berfirman:
بَلْ قَالُوا أَضْغَاثُ أَحْلَامٍ بَلِ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌ فَلْيَأْتِنَا بِآيَةٍ كَمَا أُرْسِلَ الْأَوَّلُونَ
Bahkan mereka berkata (pula), "(Alquran itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan dia sendiri seorang penyair, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagaimana Rasul-rasul yang telah lalu diutus".
(QS. Al Anbiyaa [21]:5)

Orang-orang musyrik menuduh Muhammad sebagai tukang sihir karena menurut mereka, Abul Walid pernah disihirnya. Maka oleh karena pengaruh sihir Muhammad itu, ia menyatakan kekagumannya terhadap ayat-ayat Alquran yang dibacakan Rasulullah kepada mereka.

Pada suatu ketika, sebelum Rasulullah saw. hijrah ke Madinah, para pemimpin Quraisy telah berkumpul untuk merundingkan cara menundukkan Rasulullah. Setelah mereka berbincang-bincang, akhirnya mereka sepakat mengutus Abul Walid, seorang sastrawan Arab yang jarang ada bandingannya waktu itu kepada Rasulullah, untuk meminta kepada Rasulullah agar berhenti menyampaikan risalahnya. Sebagai jawaban, Rasulullah membaca surah 41 (Fussilat) dari awal sampai akhir. Abul Walid terpesona mendengar pembacaan ayat itu, ia termenung memikirkan ketinggian isi dan keindahan gaya bahasanya. Kemudian ia langsung kembali kepada kaumnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Rasulullah.

Setelah Abul Walid kembali, ia ditanya oleh kaumnya tentang hasil usahanya, mereka heran, mengapa Abul Walid bermuram durja. Abul Walid menjawab, "Aku telah datang kepada Muhammad dan ia menjawab dengan membacakan ayat-ayat Alquran kepadaku. Aku belum pernah mendengar kata-kata yang seindah itu. Tetapi perkataan itu bukanlah syair, bukan sihir dan bukan pula kata-kata ahli tenung. Sesungguhnya Alquran itu ibarat pohon yang daunnya rindang, akarnya terhunjam ke dalam tanah, susunan kata-katanya manis dan enak didengar. Alquran itu bukanlah kata-kata manusia. Ia adalah tinggi dan tidak ada yang dapat mengatasinya.

Mendengar jawaban Abul Walid itu, kaumnya menuduh Abul Walid telah berkhianat dan cenderung menyukai kepada agama Islam karena telah kena sihir oleh Muhammad saw.

Dari sikap Abul Walid setelah mendengar ayat-ayat Alquran dan sikap orang-orang musyrik Quraisy itu kepada Abul Walid, dapat diambil kesimpulan bahwa sebenarnya hati mereka telah mengakui kebenaran Alquran, telah mengagumi isi dan gaya bahasanya, namun ada sesuatu yang menghalangi mereka untuk mengucapkan dan menyatakan kebenaran itu. Abul Walid seorang mengagumi dari gaya bahasanya, namun ada suatu yang menghalangi yang mereka banggakan keahliannya dalam sastra dan bahasa Arab selama ini tidak berkutik sedikit pun dan terpesona mendengarkan ayat-ayat Alquran. Bagaimana halnya dengan mereka yang jauh lebih rendah pengetahuannya dari Abul Walid? Karena tidak ada suatu alasan pun yang dapat mereka kemukakan dan untuk menutupi kelemahan mereka, maka mereka langsung saja menuduh bahwa Alquran itu adalah sihir yang berbentuk syair dan Muhammad itu adalah tukang sihir yang menyihir orang dengan ucapan-ucapan yang berbentuk syair.

Dalam ayat yang lain, diterangkan bahwa sebab-sebab yang mendorong orang orang musyrikin, tidak mau mengakui kebenaran Alquran sekalipun hati mereka sendiri telah mengakuinya, ialah kefanatikan mereka terhadap kepercayaan nenek moyang mereka.

Allah SWT. berfirman:
بَلْ قَالُوا إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ
Bahkan mereka berkata, "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka.
(QS. Az Zukhruf [43]:22)

Di samping kefanatikan ini, mereka juga khawatir akan tergesernya kedudukan mereka sebagai pemimpin suku atau kabilah, seandainya mereka menyatakan isi hati mereka.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan apabila dibacakan kepada mereka) kepada penduduk Mekah (ayat-ayat Kami) yakni Alquran (yang menjelaskan) atau yang jelas keadaannya (berkatalah orang-orang yang ingkar) di antara mereka (kepada kebenaran) kepada Alquran (ketika kebenaran itu datang kepada mereka, "Ini adalah sihir yang nyata") jelas sihirnya.
««•»»
And when Our signs, the Qur’ān, are recited to them, namely, [to] the people of Mecca, being clear signs, manifest [signs] (bayyinātin is a circumstantial qualifier), those who disbelieve, from among them, say of the truth, that is, the Qur’ān, when it comes to them, ‘This is plain sorcery!’, clear and evident [sorcery].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of35
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=46&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#46:7

[046] Al Ahqaaf Ayat 006

««•»»
Surah Al Ahqaaf 6

وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُ كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاءً وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ
««•»»
wa-idzaa husyira alnnaasu kaanuu lahum a'daa-an wakaanuu bi'ibaadatihim kaafiriina
««•»»
Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka.
««•»»
When mankind are mustered [on Judgement’s Day] they will be their enemies, and they will disavow their worship.
««•»»

Ayat ini menerangkan keadaan orang-orang musyrik di akhirat nanti dan berhala-berhala yang mereka sembah Pada saat semua man usia telah dibangkitkan dari kubur dan berkumpul untuk berhisab, maka berhala-berhala, dewa-dewa dan sembahan-sembahan yang lain yang mereka sembah selain Allah itu mengingkari perbuatan orang-orang musyrik yang menyembah mereka dengan mengatakan, "Kami tidak pernah memerintahkan agar mereka menyembah kaini, kami tidak mengetahui apa yang mereka lakukan terhadap kaini, bahkan kami tidak mengetahui sedikitpun bahwa mereka telah menyembah kami karena kami ini adalah benda-benda mati, tidak dapat melihat, mendengar, berkata, apalagi memperkenankan doa-doa orang-orang yang berdoa kepada kami.

Firman Allah SWT. yang searti dengan ini, ialah:
وَقَالَ إِنَّمَا اتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا مَوَدَّةَ بَيْنِكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ثُمَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُ بَعْضُكُمْ بِبَعْضٍ وَيَلْعَنُ بَعْضُكُمْ بَعْضًا وَمَأْوَاكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَاصِرِينَ
Berkata Ibrahim, "Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu semhah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini kemudian di Hari Kiamat sebahagian kamu mengingkari sebahagian (yang lain) dan sebahagian kamu melaknati sebahagian (yang lain) dan tempat kembalimu ialah neraka dan sekali-kali tak ada bagimu para penolong pun.
(QS. Al Ankabut [29]:25)

Dan firman Allah SWT.:
وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لِيَكُونُوا لَهُمْ عِزًّا  •  كَلَّا سَيَكْفُرُونَ بِعِبَادَتِهِمْ وَيَكُونُونَ عَلَيْهِمْ ضِدًّا
Mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka.
(QS. Maryam [19]:81-82)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan apabila manusia dikumpulkan pada hari kiamat niscaya sesembahan-sesembahan itu) berhala-berhala itu (terhadap mereka) yang menyembahnya (menjadi musuh mereka dan sesembahan-sesembahan itu terhadap penyembahan) para penyembahnya (ingkar) menyangkalnya.
««•»»
And when mankind are gathered, they, the idols, will be enemies to them, to those who had worshipped them, and they will deny, they will disavow, their worship, the worship of those who had worshipped them.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 5][AYAT 7]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of35
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=46&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#46:6

[046] Al Ahqaaf Ayat 005

««•»»
Surah Al Ahqaaf 5

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ
««•»»
waman adhallu mimman yad'uu min duuni allaahi man laa yastajiibu lahu ilaa yawmi alqiyaamati wahum 'an du'aa-ihim ghaafiluuna
««•»»
Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (do'a) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do'a mereka?
««•»»
Who is more astray than him who invokes besides Allah such as would not respond to him until the Day of Resurrection, and who are oblivious of their invocation?
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT. menerangkan bahwa orang-orang musyrik yang menyembah berhala tanpa alasan yang benar itu adalah orang yang sesat karena mereka menyembah sesuatu yang tidak dapat berbuat, melihat, mendengar, apalagi memperkenankan doa orang-orang yang berdoa kepadanya. Hal itu tidak dapat dilakukannya di dunia dan di akhirat tentu lebih tidak dapat dilakukannya. Berhala-berhala itu sebenarnya adalah batu-batu mati atau kayu yang dipahat oleh manusia sendiri.

Oleh karena itu, maka mereka tidak dapat mendengar atau memahami dan memperhatikan orang-orang yang berdoa kepadanya. Orang yang benar adalah orang yang menganut akidah yang benar pula, yaitu akidah Tauhid, akidah yang membenarkan orang menyembah hanya kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Maha Pencipta, Maha Menentukan segala sesuatu, yang membimbing manusia ke jalan kebahagiaan di dunia dan di akhirat nanti.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan siapakah) Istifham atau kata tanya ini menunjukkan makna negatif, yakni tidak ada seorang pun (yang lebih sesat daripada orang yang menyeru) yang menyembah (selain Allah) (yang tidak dapat memperkenankan doanya sampai hari kiamat) yang dimaksud adalah berhala-berhala yang menjadi sesembahan mereka, sedikit pun dan untuk selamanya tidak akan dapat memperkenankan apa yang diminta oleh para penyembahnya (dan mereka terhadap seruan para penyembahnya) yakni penyembahan yang dilakukan oleh para penyembahnya (lalai) karena berhala-berhala itu adalah benda mati dan tidak berakal.
««•»»
And who is (man here is interrogative but meant [rhetorically] as a negation: in other words, ‘no one is’) further astray than him who invokes, [him who] worships, besides God, that is to say, other than Him, such as would not respond to him [even] until the Day of Resurrection — these are the idols, who never answer those who worship them in anything that they ask for — and who are heedless of their supplication?, their worship, because they are inanimates that possess no [faculty of] comprehension.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of35
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=46&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#46:5

[046] Al Ahqaaf Ayat 004

««•»»
Surah Al Ahqaaf 4

قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ ائْتُونِي بِكِتَابٍ مِنْ قَبْلِ هَذَا أَوْ أَثَارَةٍ مِنْ عِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
««•»»
qul ara-aytum maa tad'uuna min duuni allaahi aruunii maatsaa khalaquu mina al-ardhi am lahum syirkun fii alssamaawaati iituunii bikitaabin min qabli haadzaa aw atsaaratin min 'ilmin in kuntum shaadiqiina
««•»»
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepada-Ku Kitab yang sebelum (Al Qur'an) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang- orang dahulu), jika kamu adalah orang-orang yang benar"
««•»»
Say, ‘Tell me about what you invoke besides Allah. Show me what [part] of the earth have they created. Do they have any share in the heavens? Bring me a scripture [revealed] before this, or some vestige of [divine] knowledge, should you be truthful.’
««•»»

Setelah Allah SWT. menegaskan bahwa Dialah Tuhan yang berhak disembah, Dialah Tuhan yang Maha Pengasih Maha Penyayang lagi Maha Adil dan telah menegaskan tentang adanya hari pembalasan.

Yang menunjukkan kesalahan dan kebatalan akidah orang-orang musyrik yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah. Yang memerintahkan kepada Rasul-Nya Muhammad saw. agar Muhammad saw mengatakan kepada orang orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah sebagai berikut,

"Hai orang-orang musyrik, terangkanlah kepadaku tentang berhala-berhala yang kamu sembah, setelah kamu memperhatikan kejadian langit dan bumi beserta yang ada di dalamnya, setelah memperhatikan hukum-hukum yang berlaku pada bend! benda angkasa, alam semesta sejak dari yang sekecil-kecilnya sampai kepada yang paling besar, sejak dari yang nampak sampai kepada yang tidak nampak, sejak dari yang halus sampai kepada yang kasar, juga setelah kamu memperhatikan kejadian hewan, tumbuh-tumbuhan, sampai kepada kejadian diri kamu sendiri, yang semuanya itu diciptakan dengan rapi, indah, berfaedah dan penuh hikmah. Apakah ada satu bagian dari yang ada di bumi ini biarpun bagian yang kecil saja, yang telah diciptakan oleh berhala-berhala itu sehingga ia layak dan berhak disembah? Atau apakah ia telah menciptakan sesuatu yang ada di langit bersama-sama dengan Allah?"

Dari ayat ini dapat dipahami bahwa orang-orang musyrik sanggup membuktikan dengan dalil-dalil yang masuk akal bahwa berhala-berhala itu berhak disembah di samping Allah karena mereka tidak dapat menunjukkan satu benda kecil saja pun dari benda-benda yang ada di bumi ini yang telah diciptakan berhala-berhala itu Bahkan yang terbukti ialah berhala-berhala itu sendiri dibuat dan diadakan oleh mereka sendiri.

Akhir ayat menegaskan bahwa di dalam kitab-kitab suci yang pernah diturunkan Allah kepada Rasul-rasul-Nya pun tidak terdapat satu keterangan pun yang menerangkan bahwa berhala-berhala itu harus disembah di samping Allah. Begitu juga dalam suatu ilmu yang dipusakakan oleh orang-orang dahulu pun tidak terdapat keterangan yang boleh dijadikan dasar bagi penyembahan terhadap berhala.

Hal ml diperintahkan Allah menyampaikannya kepada orang-orang musyrik, "Hal kaum musyrik, seandainya kepercayaan menyembah berhala itu adalah benar, cobalah kemukakan satu ayat saja dari ayat-ayat yang terdapat dalam kitab-kitab suci yang diturunkan sebelum Alquran yang membenarkan kepercayaanmu itu, atau pengetahuan-pengetahuan orang-orang purbakala yang ada pada kamu yang membenarkan kepercayaan syirik itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku) ceritakanlah oleh kalian kepadaku (tentang apa yang kalian seru) kalian sembah (selain Allah) yakni berhala-berhala; menjadi Maf`ul Awwal (perlihatkanlah kepadaku) ceritakanlah oleh kalian kepadaku (apakah yang telah mereka ciptakan) menjadi Maf`ul kedua (dari bumi ini) lafal ayat ini berkedudukan menjadi Maf`ul Tsani (atau adakah mereka berserikat) artinya, mempunyai andil (dalam) penciptaan (langit) bersama dengan Allah;

lafal Am di sini bermakna Hamzah atau kata tanya yang menunjukkan makna ingkar. (Bawalah kepada-Ku Kitab yang sebelum ini) sebelum Alquran ini (atau peninggalan) yakni sisa-sisa (dari pengetahuan) yang ditemukan dari orang-orang terdahulu, yang hal tersebut membenarkan pengakuan kalian bahwa menyembah berhala itu dapat mendekatkan diri kalian kepada Allah? (jika kalian adalah orang-orang yang benar") di dalam pengakuan kalian.
««•»»
Say: ‘Have you considered, [say] Inform me [about], what you invoke, [what] you worship, besides God?, namely, the idols (min dūni’Llāhi, constitutes the first object [of the verb]). Show me — inform me — (arūnī, [repeated] for emphasis), what they have created (mādhā khalaqū, the second object) of the earth (mina’l-ardi, the explication of mā, ‘what [part]’). Or do they have any share, any partnership, in, the creation of, the heavens?, with God? (am, ‘or’, has the significance of the [rhetorical interrogative] hamza of denial). Bring me a scripture, [that has been] revealed, before this, Qur’ān, or some vestige, some remnant, of knowledge, transmitted from the ancients confirming the soundness of your claim that your worship of the idols brings you closer to God, if you are truthful’, in your claim.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of35
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=46&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#46:4

[046] Al Ahqaaf Ayat 003

««•»»
Surah Al Ahqaaf 3

مَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّى وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنْذِرُوا مُعْرِضُونَ
««•»»
maa khalaqnaa alssamaawaati waal-ardha wamaa baynahumaa illaa bialhaqqi wa-ajalin musamman waalladziina kafaruu 'ammaa undziruu mu'ridhuuna
««•»»
Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.
««•»»
We did not create the heavens and the earth and whatever is between them except with reason and for a specified term. Yet the faithless are disregardful of what they are warned.
««•»»

Setelah Allah SWT. menegaskan bahwa Alquran itu berasal daripada Nya, bukan buatan Muhammad, Dia menerangkan bahwa Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi beserta semua yang ada di dalamnya dengan maksud dan tujuan yang benar, bukan dengan sia-sia, tanpa maksud dan tujuan. Dalam ayat lain diterangkan bahwa di antara tujuan Allah SWT. menciptakan bumi dan semua yang ada padanya ialah untuk kepentingan dan keperluan manusia.

Allah SWT. berfirman:
هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا
Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu.
(QS. Al Baqarah [2]:29)

Dalam ayat yang lain diterangkan bahwa Allah SWT. menjadikan langit dan bumi, bukanlah untuk menimbulkan kelaliman dan kebinasaan, tetapi untuk melahirkan dan membuktikan kebenaran serta keadilan. Dalam menyatakan keadilan ini, Dia membedakan antara orang yang berbuat baik dan orang yang berbuat buruk atau jahat, baik dalam sika-Nya terhadap mereka, maupun dalam memberi balasan kepada mereka, tentang amal perbuatannya.

Allah SWT. berfirman:
وَخَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ وَلِتُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya dan mereka tidak akan dirugikan".
(QS. Al Jathiyah [45]:32)

Karena itu, Allah SWT. menciptakan langit dan bumi untuk waktu yang ditentukan-Nya sehingga dalam masa itu ada kesempatan bagi manusia melakukan segala sesuatu yang baik baginya, sesuai dengan ketentuan ketentuan Allah agar ia dapat menikmati kebahagiaan hidup yang hakiki. Di samping itu, sesuai dengan ikhtiar yang diberikan Allah kepadanya, ada pula manusia yang melakukan perbuatan-perbuatan yang menyalahi ketentuan ketentuan Allah. Maka untuk mereka, Allah SWT. menetapkan ketentuan yaitu memberi balasan kepada manusia setimpal dengan perbuatannya.

Karena Allah SWT. telah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar, maka untuk menunjukkan keadilan-Nya itu dan untuk membuktikan keadilan penciptaan keduanya, diadakanlah hari pembalasan. Dengan adanya hari pembalasan itu, dapatlah dibalas dengan adil segala perbuatan manusia. Hari pembalasan itu terjadi setelah habis atau berakhirnya masa yang ditentukan bagi langit dan bumi itu. Pada hari pembalasan itu, ditetapkanlah pahala yang diperoleh orang-orang yang melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-larangan-Nya berupa kebahagiaan abadi yang diperolehnya di dalam surga, sedangkan bagi orang-orang yang mengingkari perintah-perintah Allah dan melanggar larangan-larangan-Nya adalah kesengsaraan dan kehinaan yang dialaminya di dalam neraka.

Pada akhir ayat ini diterangkan kelalaian dan keingkaran orang-orang musyrik terhadap seruan dan peringatan yang telah disampaikan kepada mereka. Diterangkan: sekalipun kepada mereka telah diperingatkan dan disampaikan dalil-dalil dan bukti-bukti yang kuat tentang kebenaran Alquran-sebagai firman Allah SWT. pengangkatan Muhammad saw sebagai Rasul Allah dan kebenaran agama yang dibawa Muhammad saw, namun mereka tetap dalam kemusyrikan, tetap berpaling dari peringatan itu dengan mengingkari perintah-perintah Allah dan melanggar larangan-larangan-Nya, bahkan mereka menolak-dalil-dalil dan bukti-bukti itu tanpa alasan yang benar. Mereka seakan-akan orang yang pekak, bisu, beta dan tidak berakal sehingga tidak dapat mendengar dan memahami seruan dan peringatan itu. Mereka tidak mau percaya bahwa kelalaian dan keingkaran mereka itu akan berakibat penyesalan yang tidak. putus-putusnya di akhirat kelak, di samping mereka mengalami siksaan yang amal berat.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan) dengan tujuan (yang benar) guna menunjukkan kekuasaan dan keesaan Kami (dan dalam waktu yang ditentukan) bagi kemusnahannya, yaitu hingga hari kiamat. (Dan orang-orang yang kafir; terhadap apa yang diperingatkan kepada mereka) berupa dipertakuti dengan siksa (mereka berpaling)
««•»»
We have not created the heavens and the earth and all that is between them except, as a creation, in truth, so that it may be an indication of Our power and Our Oneness, and for an appointed term, until [the point of] their annihilation on the Day of Resurrection. Yet those who disbelieve are disregardful of what they are warned, [of what] they are threatened with in the way of [impending] chastisement.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of35
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=46&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#46:3

[046] Al Ahqaaf Ayat 002

««•»»
Surah Al Ahqaaf 2

تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ
««•»»
tanziilu alkitaabi mina allaahi al'aziizi alhakiimi
««•»»
Diturunkan Kitab ini dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
««•»»
The [gradual] sending down of the Book is from Allah, the All-mighty, the All-wise.
««•»»

Allah SWT. menegaskan bahwa Alquran ini benar-benar berasal daripada Nya, tidak ada keraguan sedikitpun tentang itu, diturunkan kepada Nabi Muhammad Rasul-Nya, berisi ketentuan-ketentuan, bimbingan dan pedoman hid up bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat nanti. Allah SWT. yang menurunkan Alquran kepada Muhammad saw itu Maha perkasa, tidak ada sesuatu pun yang dapat menandingi-Nya. Dia Maha Bijaksana. Semua perintah, larangan dan tindakan-Nya adalah dengan sifat, kegunaan dan faedah dari yang diciptakan-Nya itu dan tidak lepas dari hikmah penciptaan alam seluruhnya.

Karena Alquran itu benar-benar dari Allah SWT. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, maka hendaklah setiap manusia beriman kepada Nya, mengakui kebenaran dan mengamalkan semua isinya. Beriman kepada Alquran berarti keharusan beriman pula kepada Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah, yaitu dengan mengikuti semua sunah yang berasal dari-Nya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Diturunkan Alkitab ini) yaitu Alquran; lafal ayat ini menjadi Mubtada (dari Allah) menjadi Khabar dari Mubtada (Yang Maha Perkasa) di dalam kerajaan-Nya (lagi Maha Bijaksana) di dalam perbuatan-Nya.
««•»»
The revelation of the Book, the Qur’ān (tanzīlu’l-kitābi, the subject) is from God (mina’Llāhi, the predicate thereof), the Mighty, in His kingdom, the Wise, in His actions.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 1][AYAT 3]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of35
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=46&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#46:2