««•»»Surah Al Ahqaaf 9
قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُلِ وَمَا أَدْرِي مَا يُفْعَلُ بِي وَلَا بِكُمْ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَى إِلَيَّ وَمَا أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ
««•»»
qul maa kuntu bid'an mina alrrusuli wamaa adrii maa yuf'alu bii walaa bikum in attabi'u illaa maa yuuhaa ilayya wamaa anaa illaa nadziirun mubiinun
««•»»
Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul- rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".
««•»»
Say, ‘I am not a novelty among the apostles, nor do I know what will be done with me, or with you. I just follow whatever is revealed to me, and I am just a manifest warner.’
««•»»
Setelah Allah SWT. menerangkan sikap orang-orang musyrikin maka ia memerintahkan Rasul-Nya agar menolak permintaan mereka yang tidak masuk akal itu, seperti minta diturunkan suatu mukjizat menurut keinginan mereka, dengan mengatakan, "Hai orang-orang musyrik, mengapa kamu tidak mempercayaiku sebagai seorang Rasul yang diutus Allah kepada kamu sekalian? Mengapa kamu mengingkari ajaran-ajaran agama yang aku sampaikan yaitu ketauhidan dan adanya hari kebangkitan ? Apakah aku merupakan Rasul Allah yang pertama diutus Allah kepada manusia?. Kamu sekalian mengetahui bahwa aku bukanlah Rasul Allah yang pertama kali diutus Allah kepada manusia. Telah banyak Rasul yang diutus Allah kepada umat-umat sebelum kamu, seperti Ibrahim, Ismail, Musa, Isa dan lain-lain. Aku tidak dapat mendatangkan mukjizat begitu saja bila aku kehendaki. Mukjizat itu datang semata-mata berdasarkan kehendak Allah.
Hanyalah Dia yang mengetahui kapankah saat yang paling tepat untuk mendatangkan suatu mukjizat dan mukjizat apakah yang paling baik didatangkan".
Selanjutnya Allah SWT. memerintahkan agar Rasulullah menyampaikan kepada orang-orang Musyrikin sebagai berikut, "Aku tidak mengetahui sedikit pun apa yang akan dilakukan Allah terhadap diri kita masing-masing di dunia ini, apakah aku harus meninggalkan negeri ini dun hijrah ke negeri lain seperti yang telah dilakukan Nabi-nabi yang terdahulu, ataukah aku akan mati terbunuh seperti Nabi-nabi lain yang mati terbunuh. Demikian pula aku tidak mengetahui apa yang akan ditimpakan kepadamu. Semuanya itu hanya Allah sendiri yang Maha Mengetahui". Dan Rasulullah saw. menegaskan lagi, "Walaupun Allah SWT. telah berjanji akan memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin dan akan mengalahkan orang-orang kafir, memasukkan kaum Muslimin ke dalam surga dan memasukkan orang-orang kafir ke dalam neraka, namun aku sedikit pun tidak mengetahui kapankah hal itu akan terjadi". Dari ayat ini dapat diambil suatu kesimpulan bahwa hanya Allah saja yang mengetahui segala, yang gaib.
Para Rasul dan para Nabi tidak mengetahuinya, kecuali jika Allah memberitahukannya. Karena itu, ayat ini membantah dengan tegas kepercayaan yang menyatakan bahwa para wali mengetahui yang gaib, mengetahui apa yang akan terjadi. Rasulullah saw. sendiri sebagai utusan Allah mengakui bahwa beliau tidak mengetahui hal-hal yang gaib, apa lagi para wali yang tingkatnya jauh di bawah tingkat para Rasul.
Dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan imam-imam yang lain, Ummul `Ala' berkata ketika Usman bin Maz'un meninggal dunia, "Engkau telah memperoleh rahmat Allah ya Abu Sa-ib (Abdullah bin Maz`un), Allah Taala benar-benar telah memuliakan engkau (masuk surga)", maka Rasulullah saw. berkata:
وما يدريك إن الله أكرمه أما هو فقد جاء اليقين من ربه وإني لأرجو له الخير، والله ما أدري، وأنا رسول الله، ما يفعل بي ولا بكم. قالت أم العلاء: فوالله ما أزكي بعده أبدا
Dan mana engkau mengetahui bahwa Allah telah memuliakannya?. Adapun dia sendiri, telah mendapat keyakinan dan Tuhannya dan aku benar-benar mengharapkan kebaikan baginya. Demi Allah, aku tidak mengetahui, padahal aku adalah Rasul Allah, apakah yang akan diperbuat Allah terhadap diriku, begitu pula terhadap din kamu semua". Ummul Ala berkata, "Demi Allah. semenjak itu aku tidak pernah lagi menyucikan (memuji) orang buat selama-lamanya".
Dalam riwayat yang lain At Tabrani dan Ibnu Mardawaih meriwayatkan pula dan Ibnu Abbas tentang ini, tatkala Ibnu Maz'un meninggal dunia, istrinya atau seseorang perempuan berkata:
هنيئا لك غبن مظعون الجنة، فنظر إليها رسول الله صلى الله عليه وسلم نظر مغضب وقال: وما يدريك والله إني رسول الله وما أدري ما يفعل الله بي. فقالت: يا رسول الله صاحبك وفارسك وأنت أعلم، فقال لنا : أرجو له الرحمة ربه تعالى وأخاف عليه ذنبه.
Kesenangan (surga) bagi engkau, Ibnu Maz'un. Maka Rasulullah saw, menoleh kepadanya dengan pandangan marah dan berkata, "Dari mana engkau mengetahui?". Demi Allah sesungguhnya aku adalah utusan Allah, tetapi aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat Allah terhadapku". Wanita itu berkata, "Ya Rasulullah, dia adalah sahabatmu dan tentara berkudamu dan engkau lebih mengetahui". Maka berkata Rasulullah kepadanya, "Aku mengharapkan ia memperoleh rahmat Allah Taala dan aku khawatir atas dosanya".
Dari keterangan di atas jelaslah bahwa Rasulullah sendiri tidak mengetahui hal yang gaib. Beliau tidak mengetahui apakah sahabatnya Abdullah bin Maz`un yang telah meninggal itu masuk surga atau masuk neraka. Namun, beliau berdoa kepada Allah SWT, agar sahabatnya itu diberi rahmat oleh Allah SWT. Hal ini juga berarti bahwa tidak seorangpun yang dapat meramalkan sesuatu tentang seseorang yang baru meninggal. Rasulullah saw, sendiri tidak mengetahui, apalagi seorang wali atau seorang ulama. Jika ada seorang wali menyatakan bahwa dia mengetahui yang gaib, maka pernyataan itu adalah pernyataan bohong belaka. Rasulullah saw, menjadi marah mendengar orang-orang yang menerka-nerka nasib seseorang yang meninggal dunia sebagaimana tersebut dalam hadis di atas.
Ayat ini memberikan petunjuk kepada kita tentang sikap yang baik dalam menghadapi atau melayat salah seorang teman yang meninggal dunia. Petunjuk itu adalah agar kita mendoakannya dan janganlah sekali-kali meramalkan nasibnya nanti, karena yang mengetahui hal itu hanyalah Allah. Pada akhir ayat ini Allah SWT. memerintahkan agar Rasulullah menegaskan keadaan dirinya yang sebenarnya untuk menguatkan apa yang telah disampaikannya. Dia diperintahkan agar mengatakan, "Wahai orang-orang musyrik! tidak ada sesuatupun yang aku ikuti, selain Alquran yang diwahyukan Allah kepadaku, tidak ada sesuatupun yang aku ada-adakan, semuanya berasal dari Allah Yang Maha Kuasa. Aku hanyalah seorang pemberi peringatan. yang di utus Nya memberikan peringatan kepadamu agar kamu menjaga diri dari siksa dan murka Allah. Aku telah menyampaikan kepadamu bukti-bukti yang kuat yang membuktikan kebenaran risalahku. Aku bukan malaikat. Karena itu, aku tidak dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan manusia.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Katakanlah, "Aku bukanlah rasul yang pertama) atau untuk, pertama kalinya (di antara rasul-rasul) maksudnya aku bukanlah rasul yang pertama, karena telah, banyak rasul yang diutus sebelumku, maka mengapa kalian mendustakan aku (dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak pula terhadap kalian) di dunia ini; apakah aku akan diusir dari negeriku, atau apakah aku akan dibunuh sebagaimana nasib yang telah dialami oleh nabi-nabi sebelumku, atau adakalanya kalian melempariku dengan batu, atau barangkali kalian akan tertimpa azab sebagaimana apa yang dialami oleh kaum yang mendustakan sebelum kalian. (Tiada lain) tidak lain (aku hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku) yaitu Alquran, dan aku sama sekali belum pernah membuat-buat dari diriku sendiri (dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan") yang jelas peringatannya.
««•»»
Say: ‘I am not a novelty, unprecedented, among the messengers, that is to say, [I am not] the first to be sent [by God as His Messenger]. Already many of them have come before me, so how can you deny me? Nor do I know what will be done with me or with you, in this world: will I be made to leave my [native] land, or will I be slain as was done with [some] prophets before me, or will you stone me to death, or will the earth be made to swallow you as [it did] deniers before you? I only follow what is revealed to me, that is, the Qur’ān, and I do not invent anything myself. And I am only a plain warner’, one whose warning is plain.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 8]•[AYAT 10]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of35
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=46&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#46:9
Say: ‘I am not a novelty, unprecedented, among the messengers, that is to say, [I am not] the first to be sent [by God as His Messenger]. Already many of them have come before me, so how can you deny me? Nor do I know what will be done with me or with you, in this world: will I be made to leave my [native] land, or will I be slain as was done with [some] prophets before me, or will you stone me to death, or will the earth be made to swallow you as [it did] deniers before you? I only follow what is revealed to me, that is, the Qur’ān, and I do not invent anything myself. And I am only a plain warner’, one whose warning is plain.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 8]•[AYAT 10]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of35
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=46&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#46:9

Tidak ada komentar:
Posting Komentar