Jumat, 24 April 2015

[046] Al Ahqaaf Ayat 003

««•»»
Surah Al Ahqaaf 3

مَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّى وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنْذِرُوا مُعْرِضُونَ
««•»»
maa khalaqnaa alssamaawaati waal-ardha wamaa baynahumaa illaa bialhaqqi wa-ajalin musamman waalladziina kafaruu 'ammaa undziruu mu'ridhuuna
««•»»
Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.
««•»»
We did not create the heavens and the earth and whatever is between them except with reason and for a specified term. Yet the faithless are disregardful of what they are warned.
««•»»

Setelah Allah SWT. menegaskan bahwa Alquran itu berasal daripada Nya, bukan buatan Muhammad, Dia menerangkan bahwa Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi beserta semua yang ada di dalamnya dengan maksud dan tujuan yang benar, bukan dengan sia-sia, tanpa maksud dan tujuan. Dalam ayat lain diterangkan bahwa di antara tujuan Allah SWT. menciptakan bumi dan semua yang ada padanya ialah untuk kepentingan dan keperluan manusia.

Allah SWT. berfirman:
هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا
Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu.
(QS. Al Baqarah [2]:29)

Dalam ayat yang lain diterangkan bahwa Allah SWT. menjadikan langit dan bumi, bukanlah untuk menimbulkan kelaliman dan kebinasaan, tetapi untuk melahirkan dan membuktikan kebenaran serta keadilan. Dalam menyatakan keadilan ini, Dia membedakan antara orang yang berbuat baik dan orang yang berbuat buruk atau jahat, baik dalam sika-Nya terhadap mereka, maupun dalam memberi balasan kepada mereka, tentang amal perbuatannya.

Allah SWT. berfirman:
وَخَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ وَلِتُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya dan mereka tidak akan dirugikan".
(QS. Al Jathiyah [45]:32)

Karena itu, Allah SWT. menciptakan langit dan bumi untuk waktu yang ditentukan-Nya sehingga dalam masa itu ada kesempatan bagi manusia melakukan segala sesuatu yang baik baginya, sesuai dengan ketentuan ketentuan Allah agar ia dapat menikmati kebahagiaan hidup yang hakiki. Di samping itu, sesuai dengan ikhtiar yang diberikan Allah kepadanya, ada pula manusia yang melakukan perbuatan-perbuatan yang menyalahi ketentuan ketentuan Allah. Maka untuk mereka, Allah SWT. menetapkan ketentuan yaitu memberi balasan kepada manusia setimpal dengan perbuatannya.

Karena Allah SWT. telah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar, maka untuk menunjukkan keadilan-Nya itu dan untuk membuktikan keadilan penciptaan keduanya, diadakanlah hari pembalasan. Dengan adanya hari pembalasan itu, dapatlah dibalas dengan adil segala perbuatan manusia. Hari pembalasan itu terjadi setelah habis atau berakhirnya masa yang ditentukan bagi langit dan bumi itu. Pada hari pembalasan itu, ditetapkanlah pahala yang diperoleh orang-orang yang melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-larangan-Nya berupa kebahagiaan abadi yang diperolehnya di dalam surga, sedangkan bagi orang-orang yang mengingkari perintah-perintah Allah dan melanggar larangan-larangan-Nya adalah kesengsaraan dan kehinaan yang dialaminya di dalam neraka.

Pada akhir ayat ini diterangkan kelalaian dan keingkaran orang-orang musyrik terhadap seruan dan peringatan yang telah disampaikan kepada mereka. Diterangkan: sekalipun kepada mereka telah diperingatkan dan disampaikan dalil-dalil dan bukti-bukti yang kuat tentang kebenaran Alquran-sebagai firman Allah SWT. pengangkatan Muhammad saw sebagai Rasul Allah dan kebenaran agama yang dibawa Muhammad saw, namun mereka tetap dalam kemusyrikan, tetap berpaling dari peringatan itu dengan mengingkari perintah-perintah Allah dan melanggar larangan-larangan-Nya, bahkan mereka menolak-dalil-dalil dan bukti-bukti itu tanpa alasan yang benar. Mereka seakan-akan orang yang pekak, bisu, beta dan tidak berakal sehingga tidak dapat mendengar dan memahami seruan dan peringatan itu. Mereka tidak mau percaya bahwa kelalaian dan keingkaran mereka itu akan berakibat penyesalan yang tidak. putus-putusnya di akhirat kelak, di samping mereka mengalami siksaan yang amal berat.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan) dengan tujuan (yang benar) guna menunjukkan kekuasaan dan keesaan Kami (dan dalam waktu yang ditentukan) bagi kemusnahannya, yaitu hingga hari kiamat. (Dan orang-orang yang kafir; terhadap apa yang diperingatkan kepada mereka) berupa dipertakuti dengan siksa (mereka berpaling)
««•»»
We have not created the heavens and the earth and all that is between them except, as a creation, in truth, so that it may be an indication of Our power and Our Oneness, and for an appointed term, until [the point of] their annihilation on the Day of Resurrection. Yet those who disbelieve are disregardful of what they are warned, [of what] they are threatened with in the way of [impending] chastisement.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of35
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=46&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#46:3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar