««•»»Surah Al Ahqaaf 10
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَكَفَرْتُمْ بِهِ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى مِثْلِهِ فَآمَنَ وَاسْتَكْبَرْتُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
««•»»
qul ara-aytum in kaana min 'indi allaahi wakafartum bihi wasyahida syaahidun min banii israa-iila 'alaa mitslihi faaamana waistakbartum inna allaaha laa yahdii alqawma alzhzhaalimiina
««•»»
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Qur'an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al Qur'an lalu dia beriman {1387}, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim".
{1387} Yang dimaksud dengan seorang saksi dari Bani Israil ialah Abdullah bin salam. ia menyatakan keimanannya kepada Nabi Muhammad s.a.w. setelah memperhatikan bahwa di antara isi Al Quran ada yang sesuai dengan Taurat, seperti ketauhidan, janji dan ancaman, kerasulan Muhammad s.a.w., adanya kehidupan akhirat dan sebagainya.
««•»»Say, ‘Tell me, if it is from Allah and you disbelieve in it, and a witness from the Children of Israel has testified to its like and believed [in it], while you are disdainful [of it]?’[1] Indeed Allah does not guide the wrongdoing lot.
[1] Ellipsis; the omitted phrase is, ‘who will be more astray than him who is in extreme defiance.’ See 41:52.
««•»»Allah SWT. memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengatakan kepada orang-orang musyrik, "Hai orang-orang musyrik, bagaimana pendapatmu seandainya terbukti nanti bahwa Alquran itu benar-benar dari Allah SWT. Dengan kenyataan bahwa tidak seorangpun dapat menandinginya, terbuktilah nanti bahwa Alquran itu bukan sihir dan bukan pula diada adakan sebagaimana yang kamu tuduhkan itu. Akan tetapi, kamu tetap mendustakan dan mengingkarinya, sedangkan ada di antara Bani Israel yang lebih tahu dan lebih berpengalaman serta lebih pintar dan kamu semua mengaku kebenarannya. Apakah yang akan di buat Tuhan terhadapmu ? Bukankah Tuhan akan mengazab kamu karena keingkaran dan kesombongan kamu ini dan Dia tidak akan memberi petunjuk sehingga kamu semuanya akan menjadi orang yang paling sesat di dunia ini?".
Yang dimaksud dengan saksi Bani Israel, ialah Abdullah bin Salam, sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Tirmizi, Ibnu Jarir dan Ibnu Mardawaih dari Abdullah bin Salam sendiri,
Ia menyatakan
نزل في آيات من كتاب الله، نزلت في : وشهد شاهد من بني إسرائيل على نفسه، ونزل في : قل كفى بالله شهيدا بيني وبينكم ومن عنده علم الكتاب
"Allah telah menurunkan ayat-ayat Alquran tentang diriku. Diturunkan, tentang diriku ayat, wa syahida syahidun min Bani Israil `ala mis lihi dan ayat, Qul kafa billahi syahidan baini wa bainakum wa man indahu `ilmul kitab'
(Lihat Tafsir Al Maragi hal. 13, juz 26 jilid IX).
Pernyataan Abdullah bin Salam ini dikuatkan oleh hadis Rasulullah saw:
فقد أخرج البخاري ومسلم وغيرهما عن سعيد بن أبي وقاص قال: ما سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول لأحد يعني على الأرض إنه من أهل الجنة إلا لعبد الله بن سلام وفيه نزلت : وشهد شاهد من بني إسرائيل على مثله
Bukhari, Muslim dan imam-imam yang lain telah meriwayatkan dan Saad bin Abu Waqash, ia berkata, "Aku belum pernah mendengar" Rasulullah saw. mengatakan kepada seorang yang ada di muka bumi ini ia akan masuk surga, kecuali kepada Abdullah bin Salam;
dan berhubungan dengan dirinya turun ayat:
وشهد شاهد من بني إسرائيل على مثله
Dari ayat dan hadis-hadis di atas, dapat dipahami bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani yang benar-benar mengikuti Taurat dan Injil dan mau mengikuti cara-cara berpikir yang benar, pasti akan sampai kepada kesimpulan bahwa Alquran itu benar-benar dari Allah SWT. dan Muhammad saw. itu benar-benar utusan-Nya sebagaimana yang telah dilakukan oleh Abdullah bin Salam itu.
Abdullah bin Salam adalah seorang Yahudi penduduk kota Madinah. Ia mempelajari dan memahami isi Taurat dengan baik. Hasil pemahamannya itu sampai kepada kesimpulan bahwa akan datang nanti Nabi dan Rasul terakhir yang berasal dari Nabi Ibrahim a.s. dan dari anaknya Nabi Ismail a.s, di Jazirah Arab, yang membawa Alquran sebagai kitab yang diturunkan Allah kepadanya. Setelah Rasulullah saw hijrah ke Madinah, Abdullah memperhatikan `sifat-sifat Rasulullah dan ajaran yang disampaikannya berupa ayat-ayat Alquran yang diturunkan Allah kepadanya.
Ia mengamati sikap Rasulullah terhadap sesama manusia dan sikap para pengikutnya yang telah mendalami agama bani itu. Akhirnya ia berkesimpulan bahwa Rasulullah dan ajaran agama yang dibawanya itu mempunyai ciri yang sama dengan yang diisyaratkan Taurat yang telah dipelajari dan diamalkannya. Demikian pula sifat-sifat pengikut-pengikut agama bar! itu. Karena itu, ia menyatakan diri masuk Islam dan mengikuti Rasulullah saw.
Pada akhir ayat ini Allah SWT. menegaskan bahwa orang-orang musyrik itu sebenarnya adalah orang-orang yang sombong dan mengingkari ayat-ayat Allah. Hal ini berarti bahwa mereka telah menganiaya din mereka sendiri. Akibat sikap dan tindakan mereka itu, Allah SWT. tidak lagi memberikan bimbingan dan petunjuk kepada mereka, sesuai dengan Sunatullah bahwa Allah tidak akan memberikan bimbingan dan petunjuk kepada setiap orang zalim. Mereka mendapat kemurkaan Allah di dunia dan di akhirat.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku) ceritakanlah kepadaku, bagaimana pendapat kalian (jika ia) yakni jika Alquran itu (datang dari sisi Allah padahal kalian mengingkarinya) lafal Wakafartum Bihi merupakan jumlah Haliyah (dan seorang saksi dari Bani Israel mengakui kebenaran) yaitu Abdullah bin Salam (yang serupa dengan yang tersebut dalam Alquran) bahwasanya Alquran itu datang dari sisi Allah (lalu dia beriman) yakni saksi tersebut beriman kepada Alquran (sedangkan kalian menyombongkan diri) tidak mau beriman kepada Alquran. Sedangkan Jawab Syaratnya ialah `Bukankah kalau demikian kalian adalah orang-orang yang lalim`, hal ini disimpulkan dari pengertian ayat selanjutnya, (`Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.")
««•»»
Say: ‘Have you considered?, [say:] inform me, what will be your predicament, if it, the Qur’ān, is from God and you disbelieve in it (wa-kafartum bihi, the sentence is a circumstantial qualifier), and a witness from the Children of Israel has [already] testified, this was ‘Abd Allāh b. Salām, to the like of it, that is to say, to it [the Qur’ān], that it is from God, and he, the witness, has believed [in it], while you act with arrogance …’, you are disdainful of faith (the response to the conditional [‘if …’] is given [by implication] in what has been supplemented to it, in other words: ‘Would you not then be [considered] wrongdoers?’; this [understanding of the response] is indicated by [what follows]). Truly God does not guide wrongdoing folk’.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 9]•[AYAT 11]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of35
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=46&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#46:10
•[AYAT 9]•[AYAT 11]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of35
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=46&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#46:10
